Subscribe Us

Advertisement

Debt Collector Ngamuk di Kalibata,Kerugian Capai Rp1,2 M

Jakarta, TARUNA MEDIA-- 
Polda Metro Jaya menyatakan kerugian akibat pembakaran kios hingga perusakan kendaraan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel) mencapai Rp1,2 miliar.

Kericuhan itu diketahui merupakan buntut pengeroyokan yang dilakukan enam anggota Polri terhadap dua pria yang berprofesi sebagai mata elang atau Debt Collector hingga meninggal dunia.

 Pakai Tangan Kosong

"Secara umum sudah dilakukan estimasi penghitungan lebih kurang hampir Rp1,2 miliar dari total kerugian yang warung, sepeda motor dan mobil serta kaca warga kemarin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto, Sabtu (13/12).

Bhudi mengatakan polisi masih menunggu laporan yang masuk untuk menyelidiki peristiwa pembakaran dan perusakan di depan TMP Kalibata itu.

"Ini masih akan kita tunggu karena memang atas kejadian insiden kemarin warga sekitar masih trauma, kita masih menunggu laporan-laporan. Kalau laporan polisi itu sudah masuk, pasti penyidik Polda Metro akan turun dan akan melakukan proses upaya paksa terhadap pelaku-pelaku pembakaran tersebut," katanya.

Terkait kasus pengeroyokan dua mata elang itu, enam orang anggota Polri telah ditetapkan sebagai tersangka yang berasal dari Satuan Yanma.

Keenam anggota itu adalah Brigadir IAM, Bripda JLA, Bripda RGW, Bripda IAB, Bripda BN dan Bripda AM. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 3 KUHP dan akan menjalani sidang kode etik pada pekan depan.

Kondusif

Sebelumnya Kepolisian memastikan situasi di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, sudah mulai kondusif usai pengeroyokan debt collector berujung perusakan sejumlah warung pada Kamis (11/12) kemarin.

"(Diduga ada oknum TNI dalam keterlibatan pengeroyokan) Sampai saat ini masih proses penyelidikan ya," kata Kapolsek Pancoran Kompol Mansur kepada wartawan di lokasi kejadian, Jakarta, Jumat (12/12/2025)

Kompol Mansur mengatakan, kepolisian telah memeriksa enam saksi terkait kericuhan di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/12).

"Sampai saat ini lagi ya proses penyelidikan. Nanti tunggu saja. Tunggu saja. Kalau minta keterangan saksi, sudah banyak yang kita minta keterangan," kata Mansur kepada wartawan di lokasi kejadian, Jakarta, Jumat (12/12).

Saksi diperiksa merupakan warga melihat langsung di TKP. Kemudian untuk pihak Debt Collector belum dimintai keterangan, mengingat dua orang meninggal dunia dalam insiden kericuhan tersebut.

"(Dari DC) Sementara masih dalam proses Pak. Karena kan masih situasi berduka ya. Ya nanti lah mungkin kalau memang sudah situasinya memang sudah betul-betul kondusif, jenazah sudah dimakamkan," ucap Mansur.

Tak Ada Warga Dievakuasi

Meski sempat ada pembakaran, Mansur memastikan tidak ada warga dievakuasi saat kericuhan hingga sampai malam atau pagi dini hari.

"Tidak (dievakuasi), warga semuanya sekitar sini hanya bertahan di rumah tinggal masing-masing saja," ujarnya.(***)












Posting Komentar

0 Komentar