Medan,TARUNA MEDIA--
Fenomena Netizen Indonesia dan Netizen Malaysia boleh dibilang unik dan lucu.Seolah tak pernah berhenti para Netizen dari kedua negara tersebut saling ejek,saling sindir dan saling merendahkan.
Sementara Netizen dari negara ASEAN lainya seperti Thailand,Brunai,Singapura,Vietnam dan lainnya tidak berani ikut campur atau membela satu negara.
Kemungkinan Netizen negara ASEAN lainnya sudah paham dengan kelakuan Netizen Indonesia dan Malaysia.
Karena bila salah memberikan komentar justru mereka yang akan dikeroyok oleh Netizen Indonesia dan Malaysia.
Keunikannya terlihat, apabila negara Malaysia diserang oleh Netizen dari negara lain di luar Indonesia maka Netizen Indonesia akan membela Malaysia habis-habisan.Begitu juga sebaliknya.
Terbukti dalam beberapa kasus seperti yang terjadi beberapa waktu lalu ketika muncul ancaman dari PM Israel Benyamin Netanyahu akan menyerang Malaysia.
Siber IDF babak belur dihajar Netizen Indonesia dan Malaysia.
Jadi semacam ada penegasan bahwa yang boleh berantam di media sosial itu hanya Netizen Indonesia dan Malaysia saja.Netizen negara lain tak boleh ikut campur.
Saat ini ramai di media sosial X,Netizen negara Korea Selatan yang populer disebut KNETZ menyerang Malaysia dengan ungkapan Rasis dan keterbelakangan.
Tak ayal Netizen Indonesia melakukan pembelaan.Bahkan Netizen negara negara ASEAN lainnya tidak mau ketinggalan ikut menyerang KNETZ.
Bahkan mereka memproklamirkan diri dengan tagar SEAblings.
Selain di X dahulu Twitter,pertempuran antara KNETZ dan SEAblings ini menjalar ke platform media sosial lainnya seperti Facebook, TikTok dan lain-lain.
Asal Muasal Masalah
Perang antara Netizen Korea Selatan vs Netizen Asia Tenggara bermula dari acara konser DAY6 di Malaysia.
Fans asal Korea Selatan melanggar aturan Konser DAY6 di Malaysia dengan membawa kamera profesional dan lensa tele yang dilarang promotor.
Karena kamera pro itu bisa digunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pribadi mereka.
Misal menjual foto dari acara tersebut ke oknum tertentu dan itu merugikan pihak penyelenggara.Peraturan ini sebenarnya juga berlaku di negara Korea Selatan.
Fans Korsel ditegur penyelenggara konser, tapi malah ngamuk.
Netizen Korea (Knetz) nggak terima fansite negaranya ditegur.
Knetz bukan hanya coba membela diri tapi menulis dengan cacian dan ujaran Rasis ke orang-orang dari Asia Tenggara khususnya Malaysia selaku negara penyelenggara konser DAY6.
Tak pelak Netizen Indonesia pun bereaksi.Bersatu dengan negara ASEAN menyerang Knetz.
Mereka bersatu di bawah tagar #SEAblings sebagai simbol persatuan.
Situasi semakin memanas ketika beberapa akun Knetz membalas dengan ujaran kebencian, menyebut Netizen Asia Tenggara "miskin", "berkulit gelap", dan menyamakan dengan hewan.
Dan jadilah sampai sekarang perang masih terus berlangsung dan menjadi trending topik.
Bukan itu saja,salah satu stasiun tv terkenal di Korea Selatan juga memberitakan fenomena ini.(***)
tim/red









0 Komentar