Subscribe Us

Advertisement

Jokowi Ngawur: yang Perang AS - Israel vs Iran Malah Nanya UEA Kapan Perang Berhenti

Jakarta, TARUNA MEDIA-- 
Bekas Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku menelpon Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk menanyakan soal perang yang bergejolak di Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam sebuah pidato di acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara dan konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu (4/4).

"Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA Yang Mulia MBZ. Saya tanya, 'Yang Mulia, kapan perangnya selesai'. Baru mulai perangnya, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, enggak pasti dan enggak jelas," kata Jokowi dalam sambutannya, melansir Detik.com

Netizen menilai Jokowi terkesan ingin Pansos tapi ngawur dan tidak punya wawasan politik Internasional.

Yang perang itu Amerika dan Israel melawan Iran kok malah bertanya kepada UEA kapan perang akan berhenti.Sebab UEA dalam posisi tak berdaya untuk menghentikan perang.Bahkan saat pangkalan militer AS di negaranya dibombardir Iran negara UEA memilih diam.

Aneh memang, seharusnya pertanyaan itu ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump,PM Israel Benyamin Netanyahu atau kepada PM Iran.

Dalam percakapan tersebut, Jokowi juga mengaku menanyakan soal melonjaknya harga minyak mentah imbas perang yang berkecamuk di wilayah tersebut.

"Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangar rumit dan sulit sekali," ujar Jokowi.

Ia juga mengaku sempat menghubungi salah satu menteri UEA untuk menanyakan hal serupa. Namun, saat itu pemerintah UEA juga belum dapat memprediksi kapan perang akan selesai dan bagaimana dampaknya terhadap harga minyak dunia.

"Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi," ujar dia.

Jokowi sebelumnya sempat mengundang Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kediamannya pada Rabu (1/4).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan penghormatan terhadap keteguhan Iran dalam mempertahankan kedaulatan nasional Iran

Jokowi juga bertukar pandangan mengenai dinamika kawasan, termasuk situasi terkini yang berdampak secara kemanusiaan dan keamanan.

"Saya menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran, serta menghormati keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasional," kata Jokowi dikutip dari akun X resmi.

Ia berharap perdamaian, stabilitas, dan ketenangan dapat segera kembali di kawasan.

Sementara itu, Boroujerdi menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan terkini, termasuk penjelasan berbagai serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran.

Ia turut mengutarakan keprihatinan atas dampak kemanusiaan dan keamanan imbas serangan ke negaranya.

Jokowi sepertinya tetap ingin menjadi tokoh yang disegani tapi lupa bahwa dirinya sudah menjadi bahan olok-olok masyarakat Indonesia berkaitan dengan kasus ijazahnya yang diduga palsu.

Seperti diketahui, Iran bergejolak usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan negara tersebut pada 28 Februari. 

Operasi itu menyebabkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil.

Iran tak tinggal diam dan melakukan serangan balasan ke Israel dan aset AS di negara-negara teluk.(***)


rel

Posting Komentar

0 Komentar