Medan,TARUNA MEDIA--
Wahyu Purwanto, merupakan suami dari adik kandung Jokowi yang namanya disebut dalam sidang di PN Tipikor Medan dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan wilayah Medan, Sumatra Utara,pada Rabu (8/4/2026).
Adapun sosok yang menyebut nama Wahyu adalah terpidana kasus korupsi DJKA Kementerian Perhubungan, Zulfikar Fahmi
Kepada majelis Hakim Zulfikar mengaku telah memberikan uang sebanyak Rp425 juta kepada adik ipar Jokowi tersebut.
"Ini keterangan saudara di berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik, ada menyetor uang sebesar Rp425 juta kepada Wahyu Purwanto. Siapa itu Wahyu Purwanto? Ini uang hampir setengah miliar," tanya Ketua Majelis Hakim, Khamozaro Waruwu, dilansir Tribun-Medan.com.
Zulfikar sempat ragu menjawab. Setelah didesak, ia menyebut sosok tersebut sebagai adik ipar Presiden Jokowi.
“Presiden yang sebelum ini yang Mulia. Eee, adik ipar Pak Jokowi,” jawab Zulfikar.
Kepada Ketua Majelis Hakim, ia menegaskan, uang itu diberikan sebagai ucapan terima kasih atas peran Wahyu.
Wahyu disebut membantu memenangkan perusahaannya dalam proyek di Kementerian Perhubungan.
"Saya merasa menang (tender proyek kereta api di Cianjur), maka sebagai ucapan terima kasih atau apresiasi saya. Sudah lupa total uang yang saya kasih ke beliau," jawab Zulfikar.
Politisi Partai Nasdem
Wahyu Purwanto menikah dengan adik kandung Jokowi). Namanya baru-baru ini kembali mencuat terkait isu hukum dan politik.
Selain terseret kasus korupsi Jalur Kereta Api (DJKA) sebelumnya, ia juga pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus yang sama terkait dugaan penitipan perusahaan untuk proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api.
Pada tahun 2020, Wahyu Purwanto sempat berniat maju sebagai calon Bupati Gunungkidul melalui Partai NasDem. Namun, akhirnya mengundurkan diri atas arahan langsung dari Jokowi dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh untuk menghindari isu dinasti politik.
Wahyu Purwanto tercatat sebagai seorang akademisi dan praktisi sosial dan terkenal sebagai adik ipar Jokowi.Pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gunungkidul (UGK).
Setelah mundur dari bursa pencalonan Bupati Gunungkidul ia diminta oleh Jokowi fokus pada kegiatan sosial, khususnya dalam proyek penyediaan air bersih atau pengeboran sumur untuk masyarakat yang kekurangan air.(***)
tim/red









0 Komentar