Subscribe Us

Advertisement

Ketua Harian PSI Ahmad Ali Diserang-balik Kader PDI Perjuangan Soal Kasus Gratifikasi di KPK

Surabaya,TARUNA MEDIA
Sekretaris Ranting PDI Perjuangan Pacar Kembang Surabaya, Muhammad Ariyadi, memberikan tanggapan terkait pernyataan Ketua Harian PSI Ahmad Ali tentang Presiden Joko Widodo yang disebut tidak dihargai di partai lamanya.

Menanggapi hal tersebut, Ariyadi memberikan pernyataan yang menuding adanya motif lain di balik pernyataan dari PSI.

"Sepertinya Ahmad Ali sedang menerima order untuk menyerang partai lama Jokowi, yang memecat Jokowi, agar dia aman dari kasus di KPK," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (21/11).

"Padahal KPK telah menyita uang tunai Rp 3,49 miliar juga dokumen, barang bukti elektronik, tas, dan jam tangan mewah pada Februari lalu. Dengan itu sepertinya Ahmad Ali bisa aman dari KPK," tambah Muhammad Ariyadi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  pernah memeriksa Ahmad Ali saat menjadi anggota Partai Nasdem sebagai saksi di Polresta Banyumas, Jawa Tengah pada Jumat (7/3/2025) lalu.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto ketika itu mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan penjadwalan ulang karena Ahmad Ali tidak memenuhi pemeriksaan pada Kamis, 27 Februari 2025.  

Pemeriksaan Ahmad Ali bertujuan untuk melengkapi berkas kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari (RW). 

"Diinfokan bahwa Saudara AA hari ini dilakukan pemeriksaan sebagai saksi di Polres Banyumas untuk perkara Penyidikan Metrik Ton Batu Bara tersangka RW (Rita Widyasari)," kata Tessa Mahardhika dalam keterangannya,Jumat saat itu.

 Ahmad Ali Diperiksa KPK

Bahkan Tessa juga pernah mengatakan, Ahmad Ali diperiksa di Polresta Banyumas lantaran akan melaksanakan ibadah umrah. 

"Penyidiknya sedang melakukan pemeriksaan di luar kota. Yang bersangkutan terinfo mau melaksanakan ibadah umrah minggu depan sehingga bersedia untuk diperiksa dan mendatangi di mana penyidik berada hari ini," ujarnya. 

Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di rumah Ahmad Ali pada Selasa, 4 Februari 2025. 

"Lokasi penggeledahan adalah rumah Ahmad Ali," jelas Tessa Mahardhika Sugiarto kepada awak media.

Tessa juga menegaskan kepada media, penggeledahan rumah Ahmad Ali tersebut terkait kasus korupsi yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari. 

KPK Sita Uang Rp 3,49 Miliar Usai Geledah Ahmad Ali 

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita uang senilai Rp 3,49 miliar, dokumen, barang bukti elektronik, tas, dan jam tangan. 

"Saudara AA (Ahmad Ali) di perumahan Interkon, ini di daerah kembangan Jakarta Barat. Dari lokasi tersebut, penyidik menyita uang dalam bentuk rupiah dan valas senilai Rp 3,49 miliar, dokumen, barang bukti elektronik, dan juga ada tas dan jam tangan branded," kata Tessa pada 6 Februari 2025.

Sinyalemen Sekretaris Ranting PDIP Pacar Kembang Surabaya Muhammad Ariyadi memang cukup beralasan.Kepindahan Ahmad Ali dari Partai Nasdem menjadi Ketua Harian PSI diduga kuat untuk mencari perlindungan agar tidak diciduk KPK terkait kasus gratifikasi yang menderanya beberapa waktu lalu.

Netizen berharap agar KPK mengusut tuntas kasus gratifikasi yang menyeret nama Ahmad Ahli.Karena sudah cukup lama tidak ada kejelasan.(***)

tim/red


Posting Komentar

0 Komentar