Anggota DPR RI Musa Rajekshah alias Ijeck tak banyak berkomentar tentang pencopotannya dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Musa Rajekshah tak berkomentar banyak terkait masalah itu. Dia meminta agar pemecatan dirinya ditanyakan langsung ke Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar.
"Tanyakan Doli (Ahmad Doli Kurnia)-nya dulu ya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/12).
Mantan Wakil Gubernur Sumut itu juga memilih menunggu pernyataan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
"Nanti saya kasih tanggapan setelah ada pernyataan resmi DPP," ujar Ijeck.
Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Bahlil Lahadalia mencopot Musa Rajekshah alias Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumut.
Surat pemecatan Musa Rajekshah yang juga anggota DPR RI Nomor: Skep- 132/DPP/GOLKAR/XII/2025 itu ditandatangani langsung oleh Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji pada 14 Desember 2025.
Dalam surat itu, Bahlil menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar untuk merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut.
Menunjuk dan mengesahkan Saudara Ahmad Doli Kurnia Tandjung untuk merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara menggantikan Saudara Musa Rajekshah," tulis surat itu
Kemudian Ahmad Doli yang juga anggota DPR RI itu diminta merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan Musda Partai Golkar Sumatera Utara sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Tak hanya itu, Ahmad Doli diperintahkan untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk konsolidasi organisasi di DPD Partai Golkar Sumut. Masa penugasan sebagai pejabat Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Sumut berakhir sampai dengan pelaksanaan Musda Partai Golkar Sumut.
"Melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab dan melaporkan pelaksanaannya kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar," tulis surat tersebut.
Dengan keputusan ini maka Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Nomor: Skep-452/DPP/GOLKAR/V/2022 tanggal 16 Mei 2022 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara masa bakti 2020-2025 (Hasil Revitalisasi), mengalami perubahan pada jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumut.
"Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, akan dilakukan perbaikan seperlunya," tulis surat itu kembali.
Picu Konflik Internal
Masalah pencopotan Ijeck mengundang pertanyaan masyarakat dan menarik perhatian akademisi di Medan.Apalagi kepengurusan DPD Golkar Sumut di bawah kendali Musa Rajekshah atau yang dipanggil Ijeck telah menunjukkan eletabilitas yang baik.
Ditambah lagi, Partai Golkar Sumut telah mengantarakan ratusan kader menjadi anggota DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi sampai DPR-RI.
Tidak hanya itu, kepemimpinan Ijeck juga mengantarkan kader DPD Golkar Sumut menjadi kepala daerah.
Saat ini, Golkar Sumut telah menjadi partai pemenang usai Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
"Golkar dalam kepemimpinan bang Ijeck menjelma menjadi sebuah partai dengan fundamental dan kesolidan para kadernya. Terbukti dari kemenangan pada kancah politik di kontetestasi Pileg 2024 -2029, Golkar piawai dengan meraih suara dan kursi yang signifikan dan menjadi pimpinan legislatif di DPRD Sumut," kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), Warjio, Jumat 19 Desember 2025.
Menurutnya, Ijeck adalah sosok pemimpin yang saat ini tengah dicintai oleh masyarakat, lewat perannya berpolitik yang santun. Selain itu, Ijeck juga mampu menciptakan kolaborasi antar parpol yang ada di Sumut.
"Selain itu juga bang Ijeck mampu merangkul seluruh kader Golkar Sumatera Utara dan menciptakan kolaborasi antar kader partai tanpa menghadirkan konflik konflik internal. Sehingga Golkar di bawah kepemimpinan bang Ijeck nyaris tidak pernah muncul isu isu internal di Sumatera Utara," ucapnya.
Dengan adanya penunjukkan Plt Ketua DPD Golkar Sumut ini, Warjio menyebut hal yang wajar. Namun, jika hal ini terjadi untuk menganggalkan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut, menurutnya tidak etis terjadi.
Apalagi, beberapa Waktu lalu, DPD Golkar Sumut diketahui berulangkali meminta persetujuan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menggelar Musda. Namun, hingga sampai saat ini Musda juga belum diketahui kapan akan dilaksanakan.
Sengaja Diganjal
Masalah kebijakan Bahlil Lahadalia yang mencopot Ijeck diramalkan akan menjadi konflik yang berkepanjangan di tubuh Golkar Sumut.Bisa jadi kelompok loyalis Ijeck akan melakukan perlawanan.
Menurut informasi yang diterima media ini,perlawanan terhadap Bahlil yang merupakan loyalis RAJA JAWA akan dilakukan kelompok Ijeck karena mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara ini sudah dua kali didzolimi.
Pertama Ijeck diganjal ketika mau maju menjadi Calon Gubernur Sumut pada Pilkada 2024 dan kali ini coba diganjal lagi untuk maju menjadi Ketua DPD Golkar Sumut untuk periode kedua.(***)
tim/red









0 Komentar