Medan,TARUNA MEDIA--
Kasus anak SD yang diduga membunuh ibu kandungnya di Medan Sunggal, Sumatera Utara oleh sementara pihak dinilai janggal.
Pasalnya, tusukan di dada korban yang mencapai puluhan kali dinilai tak masuk akal dilakukan oleh bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas enam.
Praktisi hukum dan Ketua Peradi Kota Medan, Dwi Ngai Sinaga ikut mencermati kasus ini.
Ia menekankan agar penyidikan kasus ini dilakukan dengan ekstra kehati-hatian dan ketelitian yang tinggi.
“Kita turut prihatin atas peristiwa ini. Kita minta agar dalam proses pemeriksaan hanya ditangani oleh Polwan dengan didampingi tim psikolog. Kasus ini harus ditangani secara jeli, teliti, dan ekstra hati-hati karena masih rawan dan dapat mengguncang jiwa si anak,” ucap Dwi Ngai Sinaga saat ditemui awak media, Jumat (12/12/2025).
Ia juga menyoroti fakta bahwa korban dilaporkan menerima 20 luka tusukan.
Hal ini memunculkan pertanyaan tentang kemampuan fisik seorang anak untuk melakukan serangan sebanyak itu dengan kekuatan layaknya orang dewasa.Dwi meragukan kasus ini dilakukan oleh anak yang duduk di bangku SD.
“Kami sangat meragukan bagaimana kemampuan seorang anak bisa melakukan hal ini dengan kekuatan tenaga orang dewasa. Maka, diperlukan ketelitian dan kejelian tim penyidik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dwi menyampaikan kepercayaannya kepada pimpinan Polrestabes Medan untuk mengungkap tuntas kasus ini.
Sementara saat ini, penyidik tengah berupaya menyelidi secara mendalam motif pembunuhan dan terduga pelaku berinisial SAS (12) tengah menjalani observasi psikologi.
Pemeriksaan mendalam tidak hanya dilakukan terhadap terduga pelaku, tetapi juga terhadap ayah dan kakak kandungnya.
Kronologi Peristiwa
Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga Kota Medan, Sumatera Utara. Seorang siswi sekolah dasar berinisial S (12) diamankan polisi karena diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya, Faizah Soraya (42). Kasus ini menyita perhatian publik karena pelaku masih berusia sangat muda.
Tewas Bersimbah Darah
Insiden memilukan tersebut terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB di rumah keluarga itu yang berlokasi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Korban ditemukan dengan luka tusuk di sejumlah bagian tubuh, diduga akibat serangan menggunakan benda tajam.
Korban pertama kali ditemukan oleh anak sulungnya, yang melihat sang ibu tergeletak tak bergerak di atas tempat tidur. Jeritan minta tolong sang anak membuat sang ayah bergegas turun dari lantai dua.
“Saat masuk kamar, kondisi korban sudah kritis. Pihak rumah sakit dipanggil, tapi saat diperiksa, korban dinyatakan meninggal,” ujar seorang warga yang mengetahui langsung kejadian tersebut.
Petugas medis yang datang memastikan terdapat beberapa luka tusuk pada tubuh korban dan darah berceceran di lantai kamar.Polrestabes Medan telah mengamankan S untuk pemeriksaan lanjutan.
Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan dilakukan ekstrahati-hati, mengingat pelaku masih berusia anak-anak.
"Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan dan sedang kami periksa lebih dalam dengan pendampingan khusus," jelas Bayu.
Ia menambahkan bahwa penyidik tetap mengutamakan aspek psikologis pelaku.
“Usianya masih kecil, kondisinya trauma. Pemeriksaan harus dengan pendamping profesional,” ujarnya.
Motif Masih Misterius
Hingga kini, kepolisian masih menelusuri motif yang mendorong Snmelakukan tindakan ekstrem tersebut. Penyidik juga tengah mengumpulkan keterangan terkait jumlah maupun pola luka yang ditemukan pada tubuh korban.
“Untuk luka tusukan masih kami dalami. Semua informasi sedang dikumpulkan,” lanjut Bayu.
Baik dan Sopan
Kasus ini mengejutkan lingkungan sekitar. Selama ini, S dikenal sebagai anak yang sopan, pendiam, dan tidak pernah berperilaku menyimpang.
Karena itu, warga sulit mempercayai bahwa gadis 12 tahun tersebut mampu melakukan tindakan sekejam itu terhadap ibu kandungnya.
Setelah polisi tiba di lokasi, tim INAFIS Polrestabes Medan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Sementara itu, S kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Medan didampingi ayah kandungnya.(***)
tim/red










0 Komentar