Subscribe Us

Advertisement

Cerita Misteri: Piring dan Sendok Menari di Rumah Edy Rahmayadi

Oleh : Suardi SH

Ada sebuah peristiwa misterius yang sampai hari ini masih teringat jelas dalam benak kami.Kejadian itu berlangsung beberapa waktu sebelum Pilkada Sumatera Utara, 27 November 2024.

Saat itu Kiyai Sattar, Syekh Muda Qomaruddin (Suardi), Syekh Muda Sani dan sekitar 12 orang diundang makan siang di rumah H Edy Rahmayadi saat itu dalam posisi sebagai Calon Gubernur Sumut di Pamah, Deli Tua,Kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara

Hidangan telah tersedia. Piring-piring yang sebelumnya ditelungkupkan sudah dibalikkan dan diberi sendok. Namun tidak seorang pun memulai makan. Semua menunggu tuan rumah, karena Pak Edy sedang ke kamar mandi.

Dalam uasana hening tiba-tiba terdengar suara berisik dari meja makan."Ting... ting... kring... kring..."
Serentak semua mata tertuju ke sumber suara.

Betapa terkejutnya kami ketika melihat sendok yang berada di atas piring milik Pak Edy bergerak-gerak sendiri. Piring itu pun ikut bergeser sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.Tidak ada seorang pun yang berani menyentuhnya.

Kami hanya saling berpandangan, menyaksikan peristiwa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Beberapa saat kemudian Pak Edy kembali dari kamar mandi. Kiyai Sattar dan para tamu segera menceritakan kejadian yang baru saja terjadi.

Sebagai langkah kehati-hatian, Kiyai Sattar menyarankan agar piring tersebut tidak digunakan.

"Singkirkan saja piring itu dan ganti dengan yang lain," ujarnya.

Saran itu pun diikuti. Piring dan sendok tersebut dipindahkan, lalu diganti dengan perlengkapan makan yang baru.

Peristiwa itu berlalu begitu saja, tetapi kesannya tetap membekas di hati para saksi yang hadir.

Tak lama kemudian, tepat pada hari pencoblosan Pilkada Sumatera Utara, hujan lebat mengguyur berbagai daerah. Banjir melanda sejumlah wilayah di Medan dan Deli Serdang. Beberapa TPS terendam, distribusi logistik terganggu, dan rumah Pak Edy di Pamah Deli Tua juga terdampak.

Sebagian tembok pagar rumah roboh diterjang banjir. Kolam ikan habis tersapu arus. Sejumlah hewan ternak peliharaan ikut hilang. Hanya beberapa yang berhasil selamat, termasuk kuda kesayangannya.

Hingga kini, kami tidak mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan piring dan sendok itu bergerak sendiri. Namun peristiwa tersebut tetap menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan oleh mereka yang menyaksikannya secara langsung.

Setiap orang tentu memiliki penafsiran masing-masing. Ada yang menganggapnya sebagai kebetulan, ada pula yang melihatnya sebagai isyarat akan datangnya sebuah peristiwa besar. Yang pasti, kejadian itu benar-benar membuat kami terdiam dan bertanya-tanya hingga sekarang.(***)

Posting Komentar

0 Komentar