Subscribe Us

Advertisement

Bareskrim Limpahkan Kasus Abu Janda,Grace Natalie dan Ade Armando ke Polda Metro

Jakarta,TARUNA MEDIA-
Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melimpahkan penanganan laporan terhadap politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dan sejumlah pihak lainnya terkait polemik unggahan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) ke Polda Metro Jaya. 

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan pelimpahan dilakukan karena terdapat laporan serupa yang lebih dahulu ditangani oleh Polda Metro Jaya.

"Kemarin memang itu karena sudah ada laporan sebelumnya di Polda, makanya biar jadi satu. Kalau dalam satu locus (lokasi) maupun tempus (waktu) yang sama dan obyek perkaranya juga sama, ya kita jadikan satu penanganannya," kata Wira di Universitas Al Azhar, Jakarta, Rabu (24/6/2026). 

Meski demikian, Wira menegaskan Bareskrim tetap memberikan pendampingan dan asistensi kepada penyidik Polda Metro Jaya dalam menangani perkara tersebut. 

"Kami tetap asistensi kok. Kami tetap back up lah Polda Metro," ujarnya. 

Kasus ini bermula dari laporan yang diajukan 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat. Mereka melaporkan pegiat media sosial Ade Armando, Permadi Arya, dan politikus Grace Natalie terkait unggahan video ceramah JK di media sosial. 

Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Gurun Arisastra mengatakan laporan tersebut dibuat karena ketiganya dinilai mengunggah potongan video ceramah JK yang tidak utuh.

Dijelaskan, Ade Armando mengunggah potongan video tersebut melalui kanal YouTube Cokro TV pada 9 April 2026. Sementara Permadi Arya mengunggahnya di media sosial pada 12 April 2026 dan Grace Natalie pada 13 April 2026. 

Menurut Gurun, potongan video yang diunggah tersebut memuat bagian ceramah JK mengenai konsep mati syahid dalam ajaran agama Kristen. Namun, ia menilai konteks pernyataan JK tidak disampaikan secara utuh kepada publik.  

Gurun menegaskan bahwa JK sebenarnya tidak sedang membahas atau mengkritik suatu ajaran agama tertentu. Dalam ceramah tersebut, JK disebut tengah mengingatkan tentang potensi kesalahan cara berpikir yang dapat muncul dari pemahaman terhadap suatu ajaran secara keliru.

"Sehingga bahwa Pak JK menyatakan bahwa cara berpikir syahid itu adalah keliru. Ini kan tidak disampaikan di publik, tidak utuh,” ujar dia.(***)



















sumber KOMPAS.com

Posting Komentar

0 Komentar