| Mobil warga terperosok ke dalam parit saat banjir menggenangi Jl Banteng Ujung,Deli Tua,Deli Serdang. |
Deli Serdang, TARUNA MEDIA-
Upaya perbaikan drainase di Jalan Banteng Ujung, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, tampaknya mulai ada titik terang. Hal itu disampaikan Kepala Desa Mekar Sari, Deli Tua, Juliadi Sabtu sore (20/6/2026), ketika pihaknya diminta untuk membuat Surat kepada Kepala Dinas PU Deli Serdang, sebagai tindak lanjut dari laporan warga yang disampaikan ke Dinas PU beberapa bulan lalu.
Kepala Desa menyampaikan hai itu, ketika warga meminta agar Kepala Desa membuat surat sesuai petunjuk dari stafnya yang selalu berada di lapangan. Dengan adanya surat dari Kepala Desa, laporan warga yang sudah lengkap dengan bukti - bukti akan lebih kuat.
Menurut info dari Camat Deli Tua, renovasi drainase itu sudah masuk dalam anggaran. Namun tentang surat yang diminta untuk dibuat, Kepala Desa Mekar Sari masih akan berkoordinasi dengan Camat Deli Tua.
Masalah drainase Jl Banteng Ujung jika tidak segera ditangani maka setiap musim hujan, air parit meluap ke jalan. Bahkan masuk ke rumah penduduk. Meski telah dilakukan gotong royong berulang kali yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi, kondisi parit hingga kini tetap tidak berfungsi normal.
Sebelumnya warga yang rumahnya sering kebanjiran waktu musim hujan, telah membuat laporan ke Dinas PU Deli Serdang dilengkapi bukti foto-foto.
Begitu juga kegiatan gotong royong yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari para kepala dusun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga koordinator dan pekerja MBG. Namun, keterlibatan banyak pihak itu belum mampu mengatasi persoalan utama: air tetap tergenang dan tidak mengalir.
Warga menilai, permasalahan bukan pada kurangnya tenaga atau perhatian, melainkan pada kesalahan teknis dalam penanganan drainase.
Diduga,pembangunan parit tidak melalui pengukuran elevasi tanah.Hingga kemiringan tanah tidak tepat, di mana bagian hulu justru lebih rendah dibandingkan hilir. Akibatnya, aliran air terhenti di tengah saluran dan berubah menjadi genangan.
“Sudah ramai-ramai turun gotong royong, tapi air tetap diam di tengah. Berarti ada yang salah secara teknis,” ungkap seorang warga.
Gotong royong yang berulang kali dilakukan, dinilai belum menyentuh akar masalah.
Dampak dari kondisi ini semakin terasa saat hujan turun. Air meluap ke badan jalan dan bahkan masuk ke rumah warga, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kerugian.
Luapan yang merendam Jalan Banteng Ujung itu benar-benar meresahkan warga.
Soalnya jika hujan deras turun, jalan itu bagaikan kolam. Air parit melimpah ke jalan sebatas lutut. Paritnya tidak terlihat lagi. Pengguna jalan yang coba mencari air yang lebih dangkal, gak tahunya mobilnya malah masuk ke parit dan terpaksa diangkat ramai-ramai.
Jika tidak segera ditangani drainase yang bakal merusak jalan, juga menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan. Sedang jalan itu sangat vital, yang menghubungkan Kecamatan Deli Tua dan Kecamatan Patumbak.
Warga berharap jika drainase itu di renovasi pemerintah lewat Dinas PU, tidak lagi bersifat sementara atau sekadar gotong royong, melainkan dilakukan dengan perencanaan teknis yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat berharap agar Dinas PU mengambil langkah konkret. Evaluasi menyeluruh terhadap desain dan pelaksanaan drainase dinilai mendesak, agar persoalan genangan tidak terus berulang.
“Kalau hanya gotong royong tanpa perbaikan teknis, hasilnya tetap sama. Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar ramai-ramai kerja, tapi solusi yang benar,” tegas warga di sana.(***)
Laporan : Suardi SH









0 Komentar