Subscribe Us

Advertisement

DPR Bubar Jika Tidak Ada Pemilih

Oleh: Suardi SH

Dalam negara demokrasi, rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Karena itulah, setiap anggota DPR memperoleh legitimasi bukan karena kekuasaan pribadi, melainkan karena suara rakyat yang diberikan melalui pemilu.

Secara hukum, DPR memang tidak dapat dibubarkan begitu saja. Konstitusi telah mengatur kedudukan dan mekanisme lembaga tersebut. Namun, ada satu kenyataan yang tidak dapat dibantah: tanpa rakyat sebagai pemilih, tidak akan ada anggota DPR yang menduduki kursi parlemen.

Ironisnya, setiap menjelang pemilu rakyat menjadi pihak yang paling dicari. Berbagai janji disampaikan, senyum dibagikan, tangan dijabat, bahkan tidak jarang bantuan diberikan demi memperoleh simpati. Namun setelah pemilu usai, banyak rakyat merasa hanya menjadi penonton. Aspirasi yang dahulu dijanjikan seolah menguap bersama berakhirnya masa kampanye.

Di sinilah letak persoalannya. Jabatan sebagai wakil rakyat bukanlah sebuah kehormatan semata, melainkan amanah. Amanah itu menuntut keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, meskipun terkadang harus berbeda pendapat dengan pihak lain. Rakyat berharap wakilnya lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan politik jangka pendek.

Ketika harga kebutuhan pokok naik, biaya hidup semakin berat, dan masyarakat kecil semakin terhimpit, rakyat berharap DPR hadir sebagai penyambung suara mereka. Jika harapan itu tidak terpenuhi, wajar apabila kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan ikut menurun.

Demokrasi bukan hanya soal memilih setiap lima tahun sekali. Demokrasi juga tentang pengawasan, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada kepentingan publik. Karena itu, rakyat pun memiliki tanggung jawab untuk memilih dengan bijaksana, bukan karena iming-iming sesaat, tetapi karena rekam jejak, integritas, dan komitmen calon yang dipilih.

Pada akhirnya, kekuatan terbesar dalam demokrasi tetap berada di tangan rakyat. Suara rakyat bukan barang dagangan yang dapat ditukar dengan uang atau sembako. Suara rakyat adalah amanah yang menentukan arah bangsa.

Jika wakil rakyat benar-benar mendengar suara masyarakat, maka kepercayaan publik akan tumbuh. Sebaliknya, jika suara rakyat terus diabaikan, maka kekecewaan akan semakin besar. Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila rakyat dan wakil rakyat sama-sama menjaga amanah yang telah diberikan.

Sebab sejatinya, sebesar apa pun kekuasaan yang dimiliki seorang wakil rakyat, semuanya bermula dari satu hal yang sederhana: suara rakyat.(***)

Posting Komentar

0 Komentar