Subscribe Us

Advertisement

Satu Lagi Polisi, Brigjen Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG

Jakarta,TARUNA MEDIA- 
Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan resmi ditetapkan sebagai tersangka baru dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026. Perwira tinggi Polri tersebut saat ini menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyampaikan penyidik menetapkan Lalu Muhammad Iwan Mahardan sebagai tersangka setelah menemukan alat bukti yang dinilai cukup.

"LMI sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas BGN hingga Maret 2025, kemudian dipercaya menjadi sekretaris deputi bidang promosi dan kerja sama," ujar Syarief di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurut penyidik, Lalu Muhammad Iwan Mahardan diduga berperan dalam proses pengadaan wadah makanan (food tray) untuk calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kejagung mengungkapkan, pada 2025 LMI diduga meminta dua saksi berinisial YCS dan RD mendirikan sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut kemudian diduga digunakan untuk menjual food tray kepada calon mitra SPPG.

Penyidik juga menduga harga penjualan food tray telah ditentukan oleh LMI. Dalam skema tersebut, diduga terdapat keuntungan tertentu yang dialokasikan kepada tersangka sebagai syarat agar pengadaan memperoleh persetujuan.

Profil Brigjen Lalu Muhammad Iwan

Lalu Muhammad Iwan Mahardan merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1994. Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat pada 22 Januari 1972 tersebut baru saja memperoleh kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal polisi.

Kariernya dimulai di Korps Brimob dengan sejumlah penugasan di Kalimantan Barat. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdian di Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya dengan mengemban berbagai posisi penting.

Sepanjang kariernya, ia pernah menjabat sebagai kapolsek Metro Jagakarsa, kapolsek Metro Kelapa Gading, kapolsek Metro Penjaringan, kapolsek Metro Setiabudi, hingga kapolres Dharmasraya di Polda Sumatera Barat.

Selain bertugas di kewilayahan, ia juga dipercaya mengisi sejumlah jabatan di Baharkam Polri, STIK Lemdiklat Polri, dan Itwasda Polda Nusa Tenggara Barat.

Pengalaman Brigjen Lalu Muhammad Iwan tidak hanya terbatas pada tugas di lingkungan kepolisian. Ia juga dipercaya menjalankan sejumlah penugasan berskala nasional maupun internasional.

Beberapa di antaranya menjadi liaison officer (LO) ASEAN Games 2018, LO Polri untuk KPU RI, serta terlibat dalam pengamanan Pemilu Jepang 2019.

Pada bidang pengembangan kompetensi, Lalu Muhammad Iwan Mahardan merupakan lulusan PTIK dan Sespimmen. Ia juga mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di dalam maupun luar negeri, termasuk di Italia, Thailand, serta pendidikan bahasa Mandarin di Beijing.

Atas pengabdiannya, ia menerima sejumlah tanda jasa, antara lain Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun, serta Satyalancana Seroja.

Setelah resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi, Lalu Muhammad Iwan Mahardan sempat mengungkapkan pandangannya mengenai profesi yang dijalaninya.

"Menjadi polisi bukan sekadar profesi, tapi jalan pengabdian untuk menjaga bangsa dengan hati," ujarnya.

Kini, setelah lebih dari tiga dekade menjalani karier di kepolisian, perjalanan Brigjen Lalu Muhammad Iwan memasuki babak baru. Ia harus menjalani proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola program MBG yang tengah diusut Kejaksaan Agung.(***)


Posting Komentar

0 Komentar