Subscribe Us

Advertisement

Perkosa Wanita Berkebutuhan Khusus, Seorang Pria Tewas Diamuk Massa, Kapolres Gowa : Jangan Main Hakim Sendiri


Gowa,TARUNA MEDIA--
Viral seorang pria bernama Ali (47),terduga pelaku pemerkosaan dan penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap dan tewas diamuk massa. Bahkan mayat pelaku kemudian diseret pakai motor keliling kampung oleh warga.

Terduga pelaku ditangkap di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Rabu (3/12) pagi. 

Salah seorang warga, Enal (40) mengatakan Ali dicari karena membuat resah dan mencuri di rumah warga bernama Dg Suriani.

"Hampir setiap malam warga dapat teror grasak grusuk tengah malam dan kejadian beberapa waktu yang lalu belum jam 11.00 malam, Ali sudah masuk mencuri di salah satu rumah rumah warga yang bernama Dg Suriani, dia mengambil laptop," kata Enal kepada media Kamis (4/12/2025).

Lebih lanjut, Enal mengatakan Ali juga melakukan tindakan pelecehan dan penganiayaan pada Minggu (30/11) pagi. Korban merupakan perempuan penyandang disabilitas.

"Belum reda yang kejadian malam itu, paginya Ali melakukan hal keji dengan melecehkan seorang perempuan disabilitas, dilecehkan dan dipukuli seperti di video," terangnya.


Enal mengungkapkan Ali memang dicari warga karena ulahnya yang membuat resah. Ali sempat ditahan karena kasus pencurian dan baru bebas dari penjara.

"Ali memang dicari warga karena kerap mengganggu, pernah mencuri dan ditangkap 2 tahun lalu. Baru belakangan ini bebas dan kembali beraksi," bebernya.

Enal menuturkan Ali yang tertangkap langsung diikat oleh warga. Selanjutnya, terduga pelaku dimassa hingga kemaluannya dipotong.

"Di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba dipotong kemaluannya dan dicincang-cincang," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, pria terduga pelaku pemerkosaan itu tewas diamuk massa. Pria tersebut lalu diikat dan diseret pakai motor keliling kampung.

Video kejadian ini viral di media sosial diunggah warga pada Rabu (3/12). 


Kanit Resmob Polres Gowa Ipda Muhammad Alfian membenarkan peristiwa tersebut dan terjadi di Kecamatan Tompobulu.

Suasana Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, sempat mencekam setelah Ali tewas.Apalagi setelah video kejadian itu viral dan memicu reaksi publik, Jum'at (5/12/2025) 

Bergerak ke TKP

Kapolres Gowa, AKBP M Aldy Sulaiman, Rabu malam,3 Desember 2025 langsung bergerak cepat, turun langsung ke lokasi kejadian. Bahkan Kapolres Gowa bersama jajarannya menginap di sana.

Kapolres dan personil Polres Gowa menyusuri jalanan desa yang menjadi rute arak-arakan, mendatangi titik awal pengeroyokan, hingga mengecek langsung kondisi masyarakat pasca kejadian.

Paginya Kamis 4 Desember 2025, Kapolres Gowa mengumpulkan tokoh masyarakat desa untuk memberikan edukasi terkait aksi yang viral di berbagai media sosial. 

Di hadapan warga dan tokoh masyarakat Tompobulu, Aldy minta dengan tegas agar aksi main hakim sendiri tidak terulang.

“Kita boleh benci dengan perilaku dan perbuatannya, tapi jangan manusianya,”tegas Aldy saat menemui warga.

Aldy juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan balasan justru melahirkan masalah hukum baru dan memperparah situasi keamanan.

"Sejak kejadian viral, kami menggerakkan seluruh unsur keamanan, mulai dari Polsek hingga jajaran fungsi Reskrim, dengan dukungan perangkat kecamatan dan desa.Alhamdulillah situasi sampai saat ini dalam keadaan kondusif. Kami sudah melakukan olah TKP dan langkah-langkah pengamanan,” kata Kapolres kepada warga.

Menurutnya, Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah warga yang diduga mengetahui atau terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap Ali.

Aldy menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kondisi perempuan penyandang disabilitas yang diduga menjadi korban rudapaksa oleh Ali.

“Korban saat ini dirawat di rumah sakit karena dianiaya dan mengalami pelecehan seksual,” ujarnya.

Karena memiliki kebutuhan khusus, sehingga penanganan korban dilakukan lebih terkoordinasi dan intensif oleh tenaga medis dan perangkat desa.

“Insya Allah kondisi korban semakin membaik. Kalau tidak hari ini atau sore ini, mungkin besok sudah bisa dipulangkan,” tambahnya.

Untuk meredam potensi gesekan lanjutan, Kapolres memimpin pertemuan besar dengan seluruh kepala desa, kepala dusun, lurah, tokoh adat, tokoh agama, serta ormas.

“Kami berkumpul untuk menyamakan persepsi agar situasi tetap aman.Jangan sampai ada balasan atau tindakan-tindakan sepihak.Hukum harus menjadi jalan penyelesaian, bukan kekerasan,"jelas Kapolres.

Menutup arahannya, Kapolres memberikan pesan mendalam kepada masyarakat Tompobulu:

Yang pertama, jangan main hakim sendiri, meskipun pelaku diduga melakukan tindakan yang sangat meresahkan.

Kedua, serahkan sepenuhnya kepada kepolisian agar proses hukum berjalan sesuai aturan.

Dan yang terakhir jaga kondusifitas desa, karena keamanan adalah tanggung jawab bersama.

“Intinya kita menjaga agar Kecamatan Tompobulu tetap kondusif dan aman,” pungkasnya.(***)


bara

Posting Komentar

0 Komentar