Subscribe Us

Advertisement

Anak Desa Kedai Durian Deli Tua Jadi Pimpinan Telkomsel: Kisah Inspiratif Jokie Heruseon

Medan,TARUNA MEDIA-
Tidak semua kisah sukses lahir dari kemudahan. Ada yang dimulai dari desa kecil, dari keluarga sederhana, dari perjuangan yang nyaris membuat mimpi berhenti di tengah jalan. Itulah kisah Jokie Heruseon, yang kini dipercaya menjabat sebagai VP Corporate Strategy, Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel.

Di balik jabatan bergengsi itu, Jokie adalah seorang anak kampung yang lahir dan besar di Desa Mekar Sari, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara—dulu dikenal sebagai Desa Kedai Durian. Ia berasal dari keluarga Jawa kelahiran Sumatera Utara (Puja Kesuma), tumbuh dengan nilai-nilai kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

Dalam perbincangannya bersama Gita Wirjawan, Jokie sempat bercerita bahwa namanya sering membuat orang mengira dirinya keturunan asing. Padahal, nama itu sangat Jawa. "Jockie" merupakan ejaan lama dari panggilan "Yoki", sedangkan "Heruseon" merupakan singkatan dari "Hari Senin Pon". Meski lahir dan besar di Medan, ia mengaku hingga kini tidak bisa berbahasa Batak karena di rumah keluarganya menggunakan bahasa Indonesia.

Perjalanan hidupnya dimulai dari bangku SD Negeri 101801. Sejak kecil, ibunya mendidik dengan disiplin yang sangat keras. Penggaris dan penghapus kayu menjadi alat yang tak jarang digunakan ketika ia tidak mampu menjawab pelajaran. Bagi sebagian orang cara itu mungkin terasa berat, tetapi bagi Jokie, didikan tersebut membentuk karakter disiplin, keberanian, dan semangat berkompetisi.

Bahkan ketika sudah bersekolah, sang ibu kerap mengawasi dari balik jendela kelas. Setiap guru mengajukan pertanyaan, ibunya memberi isyarat agar Jokie mengangkat tangan. Kebiasaan itu melatih rasa percaya diri dan jiwa kompetitifnya sejak dini. Hasilnya, selama SD ia hampir selalu meraih peringkat pertama dan lulus dengan nilai tertinggi.

Prestasinya mengantarkannya ke SMP Negeri 2 Medan, kemudian SMA Negeri 2 Medan. Di sekolah ia bukan hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga aktif berorganisasi, menjadi anggota Paskibra dan Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK).


Setelah lulus SMA, Jokie diterima melalui jalur PMDK di ST Telkom Bandung (kini Telkom University) tanpa tes, mengambil jurusan Teknik Informatika. Saat itu, menjadi programmer adalah impian banyak anak muda Indonesia. Namun di balik kabar membanggakan tersebut, keluarganya justru sedang menghadapi masa paling sulit.

Ayahnya yang sebelumnya bekerja sebagai mekanik dan tenaga penjualan alat berat telah mengambil pensiun dini. Usaha yang dirintis keluarga mengalami kegagalan sehingga kondisi ekonomi benar-benar terpuruk. Berangkat kuliah ke Bandung pun nyaris hanya menjadi mimpi.

Dengan segala keterbatasan, sang ayah tetap berkata, "Kamu harus berangkat. Soal uang, Bapak akan berusaha." Beliau meminjam dana dari rekan-rekannya agar anaknya tetap bisa mengejar cita-cita.

Di Bandung, perjuangan belum berakhir. Jokie sering menahan diri untuk tidak meminta uang kepada orang tuanya karena mengetahui kondisi keluarga. Untuk membayar biaya kuliah, ia harus meminjam kepada teman. Syukurnya, ia selalu dipertemukan dengan orang-orang baik yang bersedia membantu. Salah satu teman yang pernah meminjamkan uang bahkan kini menjadi rekan kerjanya di Telkomsel.

Ironisnya, sebagai mahasiswa Teknik Informatika, Jokie justru menjadi salah satu mahasiswa yang tidak memiliki komputer pribadi. Di saat teman-temannya belajar dengan fasilitas lengkap, ia harus mencari berbagai cara agar tetap bisa mengikuti perkuliahan.

Namun keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk menyerah. Justru dari keterbatasan itulah lahir ketangguhan, keuletan, dan kemampuan memimpin. Perjalanan panjang itu akhirnya membawanya meniti karier hingga dipercaya menduduki posisi strategis sebagai VP Corporate Strategy, Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel.

Kisah Jokie Heruseon mengajarkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar, bekerja keras dan menjaga integritas.(***)


Suardi SH

Posting Komentar

0 Komentar